NGANJUK - Sebuah mobil Daihatsu Taruna bernomor polisi AB 2748 MD terbakar hebat sesaat setelah mengisi bahan bakar di SPBU Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (11/7/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bodi kendaraan hangus dilalap api.
Mobil tersebut dikemudikan Imam, warga Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Saat kejadian, ia sedang bersama anaknya, Alvian, yang masih berusia 7 tahun.
Berdasarkan informasi di lokasi, kendaraan sebelumnya mengisi bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Sukomoro. Namun saat hendak menyeberang jalan di depan area SPBU, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam kendaraan yang kemudian disusul kobaran api besar.
Besarnya api membuat seluruh bagian kendaraan tidak dapat diselamatkan. Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi juga mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman karena di dalam mobil ditemukan sejumlah jeriken yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM).
Akibat kondisi tersebut, mobil pemadam kebakaran harus melakukan pengisian ulang air dan bolak-balik hingga dua kali untuk memastikan api benar-benar padam.
Petugas SPBU Sukomoro, Supriyono, mengatakan kendaraan tersebut sebelumnya mengisi BBM seperti biasa di SPBU. Namun ia memastikan tidak ada pengisian bahan bakar ke dalam jeriken saat berada di lokasi pengisian.
"Mobil itu sebelumnya mengisi Pertalite di SPBU. Setelah keluar dan hendak menyeberang jalan, tiba-tiba terdengar ledakan lalu kendaraan terbakar. Yang kami ketahui, tidak ada pengisian BBM ke dalam jeriken di area SPBU," ujar Supriyono.
Sementara itu, Komandan Regu Damkar Pos Mako Nganjuk, Aris Afianto, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kebakaran pada Sabtu, 11 Juli 2026 sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung menuju lokasi kejadian.
Saat petugas tiba, api sudah membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian kendaraan.
"Ketika kami sampai di lokasi, kondisi mobil sudah terbakar hampir seluruhnya. Di dalam kendaraan juga terlihat sejumlah jeriken yang diduga berisi bahan bakar, sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra agar api tidak kembali menyala," kata Aris Afianto.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada kendaraan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Selama proses evakuasi dan pemadaman berlangsung, petugas Satlantas Polres Nganjuk melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah terjadinya kemacetan di sekitar lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, Imam bersama dua penumpang lainnya dievakuasi ke Puskesmas Sukomoro untuk mendapatkan penanganan medis. Salah satu anak yang berada di dalam kendaraan dilaporkan mengalami luka lecet pada bagian tangan. (syar/im)

