TUBAN - Paguyuban Pelestari Tosan Aji Megalamat menggelar prosesi jamasan pusaka di sekretariat paguyuban yang berada di Desa Mbejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Minggu pagi. Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut diikuti para pemilik pusaka, baik koleksi pribadi maupun pusaka yang menjadi simbol paguyuban.
Dalam prosesi jamasan, setiap pusaka dibersihkan menggunakan tata cara yang mengacu pada pakem tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat yang ingin menjamaskan pusaka miliknya dengan tetap mengikuti tata cara yang berlaku.
Pengurus Paguyuban Pelestari Tosan Aji Megalamat, Yupiter Utomo, menjelaskan bahwa jamasan bukan sekadar kegiatan membersihkan fisik pusaka. Tradisi tersebut juga merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya, sejarah, dan filosofi yang diwariskan oleh para leluhur.
"Jamasan pusaka bukan hanya membersihkan benda pusaka secara fisik, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan filosofi yang diwariskan para leluhur. Tradisi ini perlu terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman," ujar Yupiter Utomo.
Selain menggelar jamasan secara rutin, paguyuban juga berupaya melestarikan budaya tosan aji dengan mempertahankan pakem tradisi serta mengenalkan besalen, yaitu tempat penempaan pusaka tradisional, sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Menurut Yupiter, keberadaan besalen tidak hanya mencerminkan keterampilan para empu dalam menempa pusaka, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan budaya Nusantara yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa jamasan pusaka bukan sekadar ritual tahunan, melainkan tradisi budaya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, serta menjadi bagian dari identitas bangsa.
Paguyuban Pelestari Tosan Aji Megalamat juga mengajak generasi muda dan masyarakat luas untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian tradisi jamasan pusaka. Dengan demikian, warisan budaya Nusantara diharapkan tetap terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya di tengah perkembangan zaman. (nata/im)

