BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pembinaan terhadap kelompok tani sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produksi pangan dan mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dalam kegiatan pembinaan kelompok tani, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, peningkatan produktivitas pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan yang terus didorong oleh pemerintah daerah.
Menurut Nurul Azizah, hingga saat ini produktivitas padi di Kabupaten Bojonegoro telah mencapai sekitar 886 ribu ton. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki Bojonegoro sebagai salah satu daerah penghasil padi di Jawa Timur.
"Saat ini produksi padi Kabupaten Bojonegoro telah mencapai sekitar 886 ribu ton. Ke depan kami menargetkan angka tersebut terus meningkat melalui pembinaan yang berkelanjutan kepada kelompok tani serta dukungan sarana dan prasarana pertanian," ujar Nurul Azizah.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani melalui berbagai program peningkatan kapasitas, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan teknologi pertanian modern guna meningkatkan efisiensi budidaya, memperkuat kualitas sumber daya manusia petani melalui pelatihan dan penyuluhan, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian agar produktivitas hasil panen terus meningkat.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian Bojonegoro di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan serta dukungan teknologi dan infrastruktur pertanian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur. Selain itu, peningkatan produksi pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta mewujudkan swasembada pangan nasional. (edo/im)

