Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 22 Juli 2026, 13:35 WIB
Last Updated 2026-07-23T06:35:26Z
BojonegoroPolitik | PemerintahanViewerViral

Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Alsintan, Irigasi dan Asuransi untuk Perkuat Ketahanan Pangan


BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sektor pertanian sebagai upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Pemkab Bojonegoro menggelar kegiatan pembinaan sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan sarana prasarana pertanian dan perlindungan tanaman Tahun Anggaran 2026 kepada kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Berbagai bantuan yang disalurkan meliputi program irigasi perpompaan, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), pupuk NPK non-subsidi bagi petani tembakau, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa dua unit combine harvester besar dan dua unit traktor roda empat.

Bantuan irigasi perpompaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diberikan kepada 33 kelompok tani dan gapoktan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, mempercepat proses olah tanah dan tanam, serta mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi menurunkan hasil panen.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kepada tujuh kelompok tani di Kecamatan Baureno. Melalui program tersebut, petani memperoleh perlindungan apabila mengalami gagal panen akibat banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman.

Di sektor budidaya tembakau, Pemkab Bojonegoro menyalurkan bantuan pupuk NPK non-subsidi yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT). Bantuan tersebut diterima oleh 55 kelompok tani dan gapoktan tembakau di sejumlah kecamatan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Sementara itu, dalam mendukung modernisasi pertanian, pemerintah pusat menyalurkan dua unit combine harvester besar dan dua unit traktor roda empat kepada empat kelompok tani di Kecamatan Balen, Purwosari, dan Trucuk. Bantuan alat mesin pertanian tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan dan panen, menekan biaya produksi, serta meningkatkan efisiensi usaha tani.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan nyata kepada petani agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

"Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian. Kami berharap sarana produksi, perlindungan usaha tani, serta modernisasi alat pertanian dapat meningkatkan produktivitas petani dan mendukung tercapainya swasembada pangan," ujar Setyo Wahono.

Sementara itu, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Syaiful Ashar, mengapresiasi bantuan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu petani, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya biaya produksi.

"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani. Dengan adanya alsintan, irigasi, pupuk, dan perlindungan asuransi, kami berharap hasil panen semakin meningkat dan usaha tani menjadi lebih efisien," kata Syaiful Ashar.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis produktivitas sektor pertanian akan terus meningkat, risiko kerugian petani dapat ditekan, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. (edo/im)