Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 22 Juli 2026, 14:30 WIB
Last Updated 2026-07-23T06:31:03Z
KomoditasNgawiPojok PituViewerViral

Harga Telur dan Daging Ayam di Pasar Besar Ngawi Naik, Pedagang Sebut Dipicu Program MBG dan Musim Hajatan


NGAWI – Harga telur ayam ras dan daging ayam potong di Pasar Besar Ngawi mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pedagang menilai peningkatan permintaan akibat bergulirnya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memasuki musim hajatan menjadi faktor yang mendorong naiknya harga kedua komoditas tersebut.

Harga telur ayam ras yang sebelumnya sempat turun hingga Rp18.500 per kilogram, kini berangsur naik menjadi sekitar Rp26.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam potong. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp32.000 hingga Rp33.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp35.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Besar Ngawi, Suyatni, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak permintaan pasar meningkat. Selain kebutuhan untuk Program Makan Bergizi Gratis, meningkatnya aktivitas hajatan di masyarakat turut mendorong konsumsi telur dan daging ayam.

"Permintaan telur mulai meningkat sejak Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan. Selain itu sekarang juga sudah memasuki musim hajatan, sehingga kebutuhan masyarakat bertambah. Akibat harga naik, pembeli memang sedikit berkurang," ujar Suyatni.

Meski harga mengalami kenaikan, Suyatni mengaku volume penjualan justru sedikit menurun. Menurutnya, sebagian masyarakat mengurangi jumlah pembelian karena harga yang lebih tinggi dibandingkan beberapa waktu lalu.

Dalam sehari, ia mengaku rata-rata hanya mampu menjual sekitar 15 kilogram telur, lebih sedikit dibandingkan saat harga masih stabil.

Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan agar tidak terus mengalami kenaikan. Menurut mereka, lonjakan harga berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan berdampak pada penjualan di pasar tradisional.

Meski demikian, pedagang berharap pasokan telur dan daging ayam tetap terjaga sehingga harga dapat kembali stabil seiring normalnya permintaan di pasaran. (ito/im)