TUBAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban mewaspadai potensi kekeringan dan kebakaran lahan menyusul prediksi curah hujan yang masih sangat minim dalam beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan hasil koordinasi BPBD Tuban dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Kabupaten Tuban diperkirakan masih rendah. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang musim kering sekaligus meningkatkan ancaman kekeringan dan kebakaran lahan.
Untuk mengantisipasi terulangnya kebakaran lahan kering seperti yang terjadi di kawasan Kilang Minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban beberapa hari lalu, BPBD Tuban menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah stakeholder terkait.
Koordinasi tersebut melibatkan pihak Perhutani serta pengelola lahan dalam skala luas. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mencegah terjadinya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, mengatakan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung membutuhkan kesiapan seluruh pihak. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan memperkuat koordinasi dan pengawasan di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
“Hasil koordinasi kami dengan BMKG menunjukkan curah hujan masih sangat minim untuk beberapa bulan ke depan. Karena itu, kami melakukan koordinasi dengan stakeholder, termasuk Perhutani dan pengelola lahan luas, untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan,” ujar Sudarmaji.
Selain mengantisipasi kebakaran lahan, BPBD Tuban juga terus melakukan penanganan dampak kekeringan, khususnya bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
BPBD masih menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis air. Distribusi dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah yang terdampak.
Sejumlah lokasi yang telah menerima bantuan air bersih di antaranya Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, dengan sasaran sekitar 100 kepala keluarga.
Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Desa Sugihwaras, Kecamatan Parengan, dengan sasaran sekitar 97 kepala keluarga.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama sumber air warga mengalami penurunan akibat kondisi kemarau.
Sudarmaji memastikan BPBD Kabupaten Tuban akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan dampak kekeringan di wilayah Tuban.
Jika kondisi kemarau panjang terus berlanjut, BPBD akan menyiapkan langkah untuk menambah pasokan sekaligus memperluas jangkauan distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan. Jika kemarau panjang masih berlanjut dan kebutuhan masyarakat meningkat, tentu pasokan maupun jangkauan droping air bersih akan kami tambah sesuai kondisi di lapangan,” tambah Sudarmaji.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran sampah dan lahan yang dilakukan di area terbuka.
Dengan koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan sejak dini, BPBD berharap dampak kekeringan maupun potensi kebakaran lahan di Kabupaten Tuban dapat ditekan. (dzik/im)

