NGAWI - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ngawi dilakukan dengan cara yang berbeda. Ratusan penghobi mancing bersama warga sekitar aliran sungai menggelar upacara bendera di kawasan Bengawan Madiun, wilayah Kelurahan Pelem, Kecamatan [nama kecamatan], Kabupaten Ngawi.
Usai mengikuti upacara, para peserta kemudian melakukan kegiatan penebaran benih ikan ke aliran Bengawan Madiun. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai sekaligus memperingati momentum kemerdekaan.
Sekitar 300 peserta mengikuti upacara tersebut. Mereka terdiri dari para pemancing yang berasal dari Kabupaten Ngawi maupun luar daerah serta masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Salah seorang pemancing, Hariyanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk rasa nasionalisme yang ditunjukkan para penghobi mancing dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.
“Bagi kami, ini merupakan bentuk rasa nasionalisme. Kami tidak hanya datang untuk memancing, tetapi juga ingin ikut menjaga kelestarian sungai dan ekosistemnya,” ujar Hariyanto.
Menurutnya, para pemancing memiliki kepedulian terhadap kondisi sungai karena keberadaan ikan dan kelestarian lingkungan menjadi bagian penting dari aktivitas mereka. Karena itu, para pemancing juga berupaya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak ekosistem sungai.
Salah satunya dengan melarang atau mengingatkan warga yang diketahui membuang sampah ke aliran sungai. Para pemancing juga menentang aktivitas penangkapan ikan menggunakan racun maupun aliran listrik karena dapat membahayakan ekosistem dan mengancam keberlangsungan populasi ikan.
“Kalau kami mengetahui ada yang membuang sampah ke sungai, tentu kami ingatkan. Begitu juga kalau ada yang menangkap ikan menggunakan racun atau listrik. Kami sangat menyayangkan karena cara seperti itu bisa merusak ekosistem sungai,” katanya.
Hariyanto menambahkan, Kabupaten Ngawi memiliki dua sungai besar yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, yakni Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Karena itu, menurutnya, kelestarian kedua sungai tersebut harus dijaga bersama.
“Sangat disayangkan kalau Ngawi yang dilalui dua sungai besar, Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, justru rusak ekosistemnya karena ulah warga yang tidak bertanggung jawab. Sungai ini harus kita jaga bersama,” imbuhnya.
Selain sebagai tempat mencari ikan, keberadaan sungai juga memiliki fungsi penting bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian sungai dinilai perlu terus ditumbuhkan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi sarana membangkitkan semangat nasionalisme dan kepedulian terhadap lingkungan.
Seperti yang dilakukan para pemancing di Ngawi, semangat memperingati kemerdekaan diwujudkan melalui kegiatan positif, mulai dari menggelar upacara bendera di pinggir sungai hingga menebarkan benih ikan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem perairan. (ito/im)

