Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 22 Agustus 2026, 11:25 WIB
Last Updated 2026-08-22T06:25:28Z
KebakaranTubanViewerViral

Lahan Kosong Kilang Minyak GRR Tuban Kembali Terbakar, Api Meluas hingga Satu Hektare


TUBAN - Kebakaran kembali terjadi di lahan kosong milik Kilang Minyak Grass Root Refinery (GRR) Pertamina di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat sore (21/8/2026).

Kobaran api dengan cepat merembet dan membakar tanaman serta rerumputan kering yang berada di lahan tersebut. Kencangnya hembusan angin dan kondisi cuaca yang panas membuat api semakin cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas juga melakukan pembasahan di sejumlah titik untuk mencegah munculnya titik api baru maupun api kembali menyala.

Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, mengatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

“Luas lahan yang terbakar kurang lebih satu hektare. Untuk penanganan kami kerahkan tiga mobil pemadam kebakaran, kemudian ada bantuan dua mobil dari TPPI dan PLTU,” kata Sutaji.

Menurut Sutaji, petugas tidak hanya fokus memadamkan kobaran api, tetapi juga melakukan pembasahan pada area yang telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat kondisi lahan yang kering dan cuaca panas.

“Kami juga melakukan pembasahan di sejumlah titik agar tidak muncul titik api baru. Kondisi angin cukup kencang sehingga penyebaran api memang cukup cepat,” tambahnya.

Dalam proses pemadaman, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan oleh Damkar Tuban. Sementara itu, dua unit kendaraan pemadam bantuan dari Tuban Petrochemical Industries (TPPI) dan PLTU turut diterjunkan untuk membantu petugas memadamkan api.

Hingga proses pemadaman dilakukan, penyebab utama kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

Kebakaran tersebut sempat membuat pengguna jalan di sekitar lokasi khawatir. Kepulan asap tebal dari lahan yang terbakar membumbung tinggi dan menyelimuti ruas jalan raya di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan yang melintas. Masyarakat pun diimbau berhati-hati ketika berada atau melintas di sekitar lokasi kebakaran.

Peristiwa kebakaran lahan kosong ini kembali menjadi perhatian, mengingat kondisi tanaman dan rerumputan yang mengering selama musim kemarau membuat api lebih mudah menjalar, terlebih ketika disertai hembusan angin yang cukup kencang. (dzik/im)