Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 22 Agustus 2026, 09:47 WIB
Last Updated 2026-08-22T06:18:02Z
KekeringanNgawiPojok PituViewerViral

Kemarau 2026, 13 Kabupaten dan Kota di Jatim Alami Krisis Air Bersih


NGAWI - Musim kemarau tahun 2026 mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Jawa Timur. Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur mencatat, sedikitnya 13 kabupaten dan kota saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut membuat warga di sejumlah wilayah harus mengandalkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, mengatakan, dari 13 kabupaten dan kota yang terdampak, terdapat 26 kecamatan yang saat ini membutuhkan pasokan air bersih.

Hal tersebut disampaikan Imam Utomo saat memberikan bantuan air bersih kepada warga di Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.

Menurut Imam, PMI Jawa Timur terus melakukan pendistribusian air bersih bersama pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri.

“Saat ini ada 13 kabupaten dan kota yang mengalami kesulitan air bersih, dengan 26 kecamatan yang membutuhkan distribusi. PMI terus melakukan droping air bersih bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri,” ujar Imam Utomo.

Untuk mendukung proses distribusi, PMI Jawa Timur sejauh ini telah menerjunkan 16 unit truk tangki yang digunakan untuk mengangkut dan menyalurkan air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Imam menambahkan, pihaknya juga telah menginstruksikan seluruh jajaran PMI di masing-masing kabupaten dan kota agar meningkatkan koordinasi serta kolaborasi dengan instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kami juga menginstruksikan jajaran PMI di kabupaten dan kota untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan instansi terkait, sehingga bantuan air bersih bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi kesulitan air bersih akibat musim kemarau dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Timur. Warga terpaksa mencari sumber-sumber air yang masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, bagi wilayah yang sumber airnya mulai mengering atau sulit dijangkau, distribusi air bersih menjadi salah satu solusi utama untuk memenuhi kebutuhan warga.

PMI bersama pemerintah daerah dan instansi terkait pun terus melakukan pemantauan serta penyaluran air bersih guna membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau 2026. (ito/im)