Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 20 Agustus 2026, 14:36 WIB
Last Updated 2026-08-20T08:36:12Z
NganjukPojok PituViewerViral

Proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk Molor, Progres Baru 85 Persen hingga Pertengahan Agustus


NGANJUK - Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, yang menjadi salah satu program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, hingga pertengahan Agustus 2026 belum juga rampung.

Pembangunan yang sebelumnya ditargetkan selesai dan dapat digunakan pada awal tahun ajaran baru, sekitar Juli 2026, kini masih menyisakan sejumlah pekerjaan. Berdasarkan hasil pemantauan, progres pembangunan baru mencapai sekitar 85 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat bahkan melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Gondang, Nganjuk.

Dalam sidak tersebut, tim BPKP menemukan sejumlah titik pembangunan yang masih belum selesai. Secara keseluruhan, progres fisik proyek hingga pertengahan Agustus tercatat sekitar 85 persen.

Auditor Pengawasan dan Pengembangan BPKP, Hasoloan Manalu Angian, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap kondisi pembangunan di lapangan.

BPKP belum dapat memastikan penyebab keterlambatan proyek karena masih perlu melakukan konfirmasi dan pencocokan data secara lebih detail dengan pihak kontraktor.

“Kami masih melakukan pengecekan di lapangan. Untuk penyebab keterlambatan, kami belum bisa menyampaikan secara detail karena masih harus mengonfirmasi data dengan pihak kontraktor,” ujar Hasoloan.

Molornya pembangunan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di Sekolah Rakyat Nganjuk.

Plt Kepala Sekolah Rakyat Nganjuk, Iqbal Tawak­kal, mengatakan hingga saat ini kegiatan belajar mengajar belum dapat dilaksanakan di gedung sekolah tersebut karena pembangunan belum sepenuhnya selesai.

Bahkan, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) bagi siswa juga belum dapat dilakukan.

“Sampai sekarang siswa belum masuk ke sekolah karena pembangunan masih berlangsung. MPLS juga belum bisa dilaksanakan karena gedungnya belum selesai,” kata Iqbal.

Dari sisi penerimaan peserta didik, Iqbal menyebut jumlah siswa tingkat SD masih jauh dari kuota yang tersedia. Saat ini baru terdapat 18 siswa SD dari total kuota 90 siswa.

Sementara itu, untuk jenjang SMP dan SMA, jumlah siswa yang diterima disebut telah sesuai dengan kuota yang ditetapkan.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana sebelum seluruh aktivitas pendidikan dapat dimulai secara normal.

Iqbal berharap proses pembangunan dapat segera dituntaskan sehingga gedung Sekolah Rakyat bisa digunakan dalam waktu dekat.

“Kami berharap sebelum akhir Agustus gedung sudah siap, sehingga proses belajar mengajar bisa segera dilakukan,” pungkas Iqbal.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk kini menjadi perhatian karena keterlambatan penyelesaian proyek berdampak pada pelaksanaan kegiatan pendidikan. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera menyelesaikan sisa pekerjaan agar sekolah dapat beroperasi dan memberikan layanan pendidikan kepada para siswa sesuai target program. (syar/im)