Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 18 Agustus 2026, 22:47 WIB
Last Updated 2026-08-19T13:47:14Z
Hukum | PeristiwaPojok PituViewerViral

Tebang Pohon Randu, Warga Berbek Nganjuk Tewas Tertimpa Ranting


NGANJUK - Nasib nahas dialami Suwarno, warga Desa Bulu, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Pria tersebut tewas saat menebang pohon randu di Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek, Selasa sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban tewas setelah tertimpa ranting pohon yang berada di bagian atas saat proses penebangan berlangsung. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi.

Saat kejadian, posisi korban berada di atas pohon. Setelah tertimpa ranting, tubuh korban sempat tergantung di atas pohon sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu dan penanganan khusus.

Petugas kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Petugas menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya tali dan tangga, untuk menurunkan tubuh korban dari atas pohon. Setelah sekitar 30 menit, korban akhirnya berhasil dievakuasi.

Petugas BPBD Nganjuk, Wicaksono, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena posisi korban berada di atas pohon.

“Petugas melakukan evakuasi dengan menggunakan tali dan tangga. Setelah kurang lebih 30 menit, korban akhirnya berhasil diturunkan dari atas pohon,” ujar Wicaksono.

Sementara itu, Gani, warga setempat, mengatakan pohon randu tersebut sebelumnya merupakan miliknya. Sekitar empat bulan lalu, pohon tersebut dibeli oleh korban dengan harga Rp100 ribu.

Menurut Gani, korban kemudian berinisiatif sendiri untuk menebang pohon tersebut bersama tiga orang rekannya.

Dugaan sementara, korban tidak terlebih dahulu memotong ranting-ranting yang berada di bagian atas pohon. Saat bagian atas batang utama dipotong, ranting yang berada di atas kemudian ambruk dan menimpa kepala korban.

“Pohon itu sebelumnya milik saya, kemudian sekitar empat bulan lalu dibeli korban. Saat menebang, korban bersama tiga rekannya. Diduga ranting di atas tidak dipotong terlebih dahulu, sehingga ketika batang utama dipotong, ranting ikut ambruk dan menimpa korban,” kata Gani.

Saat kejadian, korban juga disebut tidak mengenakan helm atau alat pelindung kepala.

Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum di desa tempat tinggalnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penggunaan alat pelindung diri serta penerapan prosedur keselamatan saat melakukan aktivitas penebangan pohon, terutama ketika bekerja di ketinggian dan berada di bawah bagian pohon yang berpotensi roboh. (syar/im)