NGAWI - Penyaluran beras bantuan pangan dari Perum Bulog Madiun di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, hingga kini telah mencapai 86,30 persen.
Dari total target penyaluran sebanyak 5.025.000 kilogram beras, sekitar 4.300.000 kilogram di antaranya telah disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Saat ini, proses penyaluran masih menyisakan dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Karangjati dan Mantingan. Penyaluran di kedua wilayah tersebut masih berlangsung dan ditargetkan dapat diselesaikan sebelum akhir September 2026.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, mengatakan total Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Ngawi dalam program bantuan pangan kali ini mencapai 167.506 KPM.
Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Setiap KPM mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.
Dengan demikian, setiap KPM menerima total 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.
“Untuk Kabupaten Ngawi, jumlah penerima sebanyak 167.506 KPM. Alokasi bantuan ini untuk tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September, dengan masing-masing bulan mendapatkan 10 kilogram beras,” ujar Agung Sarianto.
Agung menjelaskan, hingga saat ini penyaluran di sebagian besar wilayah Kabupaten Ngawi telah dilakukan. Tinggal Kecamatan Karangjati dan Mantingan yang masih dalam proses penyaluran.
“Saat ini tinggal dua kecamatan yang masih dalam proses penyaluran, yaitu Karangjati dan Mantingan. Kami berharap sebelum akhir September seluruh penyaluran dapat diselesaikan,” katanya.
Sementara itu, proses penyaluran bantuan beras di wilayah Kecamatan Geneng juga mendapat pemantauan langsung dari anggota DPR RI, Budi Sulistyono.
Penyaluran bantuan pangan berupa beras tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat penerima manfaat, khususnya untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. (ito/im)

