Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 08 September 2026, 10:40 WIB
Last Updated 2026-09-08T09:40:36Z
BojonegoroViewerViral

Harga Tembakau Rajangan di Bojonegoro Tembus Rp40 Ribu per Kilogram


BOJONEGORO - Musim panen tembakau tahun ini membawa kabar baik bagi petani di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Harga tembakau rajangan yang dibeli para tengkulak terbilang tinggi, bahkan untuk petikan tertentu mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Memasuki musim panen, sejumlah petani mulai memetik daun tembakau dari lahan pertanian. Daun tembakau yang telah dipanen kemudian dirajang dan dijemur sebelum dijual kepada tengkulak.

Harga tembakau rajangan pada petikan sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram. Sementara pada petikan tertentu, harga tembakau tahun ini mampu mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Petani tembakau di Kecamatan Kepohbaru, Nursyam, mengatakan harga jual tahun ini cukup menggembirakan. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani setelah pada musim panen sebelumnya harga tembakau terdampak oleh kualitas hasil panen yang menurun.

“Harga tembakau rajangan untuk petikan tertentu bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram. Petikan sebelumnya masih di kisaran Rp25 ribu sampai Rp39 ribu per kilogram,” ujar Nursyam.

Tingginya harga tembakau tahun ini tidak lepas dari kualitas hasil panen yang dinilai cukup bagus. Tanaman tembakau di sawah memiliki kadar air yang tidak terlalu tinggi sehingga hasil rajangan lebih mudah dikeringkan dan memiliki kualitas yang lebih baik.

Kondisi tersebut berbeda dengan musim panen tahun lalu. Curah hujan yang cukup tinggi membuat kadar air pada tanaman tembakau lebih banyak. Dampaknya, kualitas tembakau menurun dan berpengaruh terhadap harga jual yang diterima petani.

Nursyam berharap harga tembakau tetap bertahan, bahkan meningkat hingga petikan terakhir. Dengan harga jual yang tinggi, hasil panen diharapkan mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan petani sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Petani berharap harga tetap bagus sampai petikan terakhir, sehingga hasil panen bisa menutup biaya produksi dan memberikan pendapatan yang lebih baik,” tambahnya.

Selain harga, kondisi cuaca juga menjadi perhatian petani. Mereka berharap cuaca tetap mendukung hingga seluruh proses panen, perajangan, dan pengeringan tembakau selesai.

Stabilitas harga dan kualitas hasil panen menjadi harapan utama petani tembakau di Bojonegoro agar musim panen tahun ini dapat memberikan keuntungan yang lebih baik. (edo/im)