TUBAN - Kecanduan judi online diduga mendorong dua pria di Kabupaten Tuban melakukan aksi pencurian dengan membobol sejumlah sekolah. Keduanya bahkan disebut telah membobol 13 sekolah di wilayah Tuban dan dua sekolah di Kabupaten Rembang.
Aksi keduanya terekam kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, kedua pelaku terlihat memasuki area sekolah pada malam hari. Mereka kemudian merusak pintu ruang guru untuk mengambil sejumlah barang berharga.
Kasus pencurian tersebut terbongkar setelah petugas kebersihan berinisial SK (57) menemukan pintu ruang guru dalam kondisi rusak. Sejumlah barang elektronik yang berada di dalam ruangan juga diketahui telah hilang.
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV, pihak sekolah memastikan tiga unit laptop dibawa kabur. Akibat pencurian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan. Satreskrim Polresta Tuban akhirnya menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut.
Keduanya masing-masing berinisial AHN (22), warga Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan, dan KTH (22), warga Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo.
Dalam pemeriksaan, keduanya disebut mengaku melakukan aksi pembobolan sekolah untuk mendapatkan uang yang kemudian digunakan sebagai modal bermain judi online.
Tidak hanya laptop, barang-barang lain seperti proyektor dan peralatan audio juga turut dicuri. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada polisi, hasil penjualan barang-barang tersebut kemudian digunakan untuk deposit judi online.
Kedua tersangka juga disebut merupakan residivis. Polisi menduga aksi mereka tidak hanya dilakukan sekali, melainkan telah menyasar 13 sekolah di wilayah Tuban dan dua sekolah di wilayah Rembang.
Wakapolresta Tuban, Kompol Supiyan, mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut, termasuk mendalami seluruh lokasi yang diduga menjadi sasaran kedua tersangka.
Atas perbuatannya, kedua tersangka kini ditahan di sel tahanan Mapolresta Tuban untuk menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut. (dzik/im)

