Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 23 September 2026, 15:18 WIB
Last Updated 2026-09-24T05:48:45Z
NganjukPojok PituViewerViral

Suami Hilang dalam Tragedi KMP Virgo 8, Istri di Nganjuk Terus Menanti Kepastian


NGANJUK - Duka dan kecemasan masih dirasakan Sriwahyuni, 35 tahun, warga Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia masih menunggu kabar keberadaan suaminya, Warmin, yang menjadi salah satu korban dalam tragedi tenggelamnya KMP Virgo 8.

Warmin sebelumnya pulang dari Kalimantan bersama istri dan dua anaknya. Keluarga tersebut tiba di Nganjuk pada Kamis, 10 Agustus 2026.

Namun, pada Sabtu, Warmin kembali berangkat menuju Kalimantan. Ia membawa sebuah mobil pikap yang mengangkut sayuran untuk diperdagangkan di Kalimantan.

Perjalanan tersebut berakhir tragis setelah kapal yang ditumpanginya mengalami musibah dan tenggelam.

Sebelum kapal meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak, Warmin sempat berpamitan kepada istrinya dan mengabarkan bahwa kapal yang ditumpanginya mulai berangkat.

Namun, setelah berpamitan, keesokan harinya Warmin sudah tidak dapat lagi dihubungi oleh istrinya.

Sejak saat itu, Sriwahyuni terus menunggu kabar mengenai keberadaan suaminya. Ia berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat segera menemukan Warmin bersama para korban lainnya.

“Saya masih terus menunggu kepastian. Harapannya suami saya segera ditemukan, sehingga keluarga bisa mengetahui bagaimana kondisi dan nasibnya,” ujar Sriwahyuni.

Tragedi KMP Virgo 8 menyisakan duka mendalam bagi keluarga para penumpang dan awak kapal. Hingga kini, proses pencarian dan identifikasi korban masih menjadi perhatian keluarga yang menunggu kepastian nasib orang-orang yang mereka cintai.

Bagi Sriwahyuni dan keluarga, ditemukannya Warmin menjadi hal yang sangat dinantikan. Ia berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian dan dapat membawa pulang anggota keluarga mereka.

Selain berharap suaminya segera ditemukan, Sriwahyuni juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian terhadap masa depan kedua anaknya, terutama dalam hal pendidikan.

“Selain berharap suami segera ditemukan, saya juga berharap ada perhatian untuk masa depan kedua anak, terutama untuk pendidikan mereka,” katanya.

Sriwahyuni kini hanya bisa menunggu sembari berharap proses pencarian terus dilakukan hingga seluruh korban yang masih dinyatakan hilang mendapatkan kepastian. (syar/im)