NGAWI - Warga Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan penemuan seorang imam musala yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Selasa malam.
Dari data yang diperoleh reporter JTV, Korban diketahui bernama Suyitno, 70 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan, berlumuran darah dan tertelungkup di lantai rumah.
Menurut salah seorang warga, Rasmini, korban selama ini tinggal seorang diri. Sebelum ditemukan meninggal dunia, Suyitno juga disebut tidak terlihat beraktivitas di luar rumah seperti biasanya.
Warga yang merasa curiga kemudian mendatangi rumah korban. Saat berada di sekitar rumah, warga mencium bau tidak sedap. Namun, pintu rumah dalam kondisi terkunci dari dalam.
Warga kemudian mencongkel pintu menggunakan linggis. Setelah pintu berhasil dibuka, warga mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tertelungkup di lantai.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tim Inafis Polres Ngawi yang datang ke lokasi langsung melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah ceceran darah yang berada mulai dari kamar mandi, menuju dapur, kamar tidur hingga di sekitar tubuh korban.
Warga juga belum mengetahui apakah terdapat barang berharga milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut.
Rasmini mengatakan warga sebelumnya tidak mengetahui kondisi korban hingga akhirnya muncul kecurigaan karena korban tidak terlihat dalam beberapa waktu.
“Kami curiga karena korban tidak terlihat keluar rumah. Setelah diperiksa, warga mencium bau tidak sedap dan kemudian membuka pintu rumah,” ungkap Rasmini kepada JTV.
Sementara itu, warga lainnya, Injuri, turut memberikan keterangan kepada polisi terkait kondisi korban dan situasi di sekitar rumah saat korban ditemukan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Suyitno. Petugas juga masih mendalami apakah kematian korban berkaitan dengan tindak pidana atau disebabkan faktor lain.
Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Soeroto Ngawi untuk menjalani visum dan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan penyebab kematian korban.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi sebelum mengambil kesimpulan terkait kasus tersebut. (ito/im)

