Iklan

Sketsa Bengawan
Monday, August 29, 2022, 16:23 WIB
Last Updated 2022-08-29T09:27:03Z
Kabar ApikPotensi DaerahViewerViral

31 Peserta Meriahkan Pawai Budaya yang Diselenggarakan Pemkab Bojonegoro


KABAR APIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar pawai budaya. Pawai budaya dilaksanakan di Jalan Mas Tumapel Alun Alun Kota Bojonegoro.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, Jajaran Forkopimda, DPRD, Jajaran Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Dewan Juri, serta seluruh peserta dan warga.

Sebelum pawai budaya di mulai, terlebih dahulu dilakukan pembukaan sekaligus pemberangkatan peserta pawai budaya, yang akan diberangkatkan langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto dalam laporanya manyampaikan, tujuan pelaksanakan pawai budaya yang pertama ditunjukkan untuk menggali, mensosialisakikan serta mengedukasi masyarakat, tentang seni dan budaya Kabupaten Bojonegoro. Kedua melestarikan seni dan budaya yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro.

“Yang ketiga memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77,” lapornya.

Tema pawai budaya kategori SMA, SMK, MA, Perguruan Tinggi dan Umum ini adalah pesona Budaya Bojonegoro. Kemudian untuk pawai budaya kategori SD, MI, SMP, MTS adalah keberagaman seni budaya tradisional Bojonegoro.

Tahapan pelaksanaan pawai budaya, dimulai dari pendaftran peserta mulai tanggal 10 sampai 20 Agustus, technikal meeting tanggal 18 Agustus, verifikasi naskah pawai budaya tanggal 22 sampai 24 Agustus, dan penyerahan naskah dan sinopsis akhir pada tanggal 26 Agustus 2022.

Kategori kejuaraan akan diambil masing masing kategori 10 besar, dengan hadiah penyaji terbaik 1 senilai 10 juta, penyaji terbaik ke 2 9 juta, penyaji terbaik 3 senilai 8 juta. Selain itu untuk penyaji terbaik harapan 1 diberikan hadiah senilai 7 juta, penyaji terbaik harapan 2 senilai 6 juta, dan penyaji terbaik harapan 3 senilai 5 juta rupiah. Sementara 4 hadiah harapan, masing masing 500 ribu rupiah kategori 10 besar.

Untuk juri pada pawai budaya, diambil dari para seniman terbaik yang ada di Jawa Timur, dan juga seniman terbaik di Kabupaten Bojonegoro. Mulai dari Arif Rofik seniman dan budayawan serta Widyaespaka dari Jawa Timur, Dimas Pramuka Admaji Koreografer dan seniman Jawa Timur dan Adi Sutarto seniman dari Kabupaten Bojonegoro.

Sebelum memberangkatkan peserta pawai budaya, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah dalam sambutan dan arahanya menyampaikan. Sudah 2 tahun lebih, Kabupaten Bojonegoro tidak mengadakan maupun melaksanakan pawai budaya rutin tiap tahunnya.sehingga, hari ini mulai diselenggarakan pawai budaya.

Bupati melihat masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 hampir di tinggat Kecamatan, Desa bahkan tingkat RT, melakukan syukuran, termasuk pawai budaya di beberapa desa melaksanakan itu. Terlihat masyarakat sangat antusias dengan adanya pawai budaya, selain untuk melestarikan budaya Bojonegoro, juga untuk menumbuhkembangkan sektor sektor ekonomi, terutama produk Kabupaten Bojonegoro.

Dalam momentum pawai budaya tersebut, Bupati Bojonegoro menyapa warga Bojonegoro dengan menggunakan produk putra daerah, dari Zahida Painting, berupa Art Painting dengan media kain. Bupati mengajak, untuk menghargai produk lokal, karena seni dan desain lokal juga sangat cantik, menarik dan berdaya saing tinggi.

Kedepan, Bupati Bojonegoro akan mendorong putra-putri anak muda terus berinovasi dan akan menugaskan dinas terkait agar menyelengarakan ngelenyer fashion week dalam waktu dekat. Ngelenyer fashion week, akan melibatkan putra putri khusunya sekolah jurusan tata busana, maupun selain jurusan tata busana.

Bupati berharap, konstribusi muda-mudi terus berinovasi dan menumbuh kembangkan sektor usaha, termasuk megurangi angka penggangguran. Selain itu, Bupati Anna Mu'awanah juga berpesan, nanti berlangsung pawai budaya untuk menjaga kamtibmas dan protokol kesehatan, termasuk menjaga kesehatan.

Selanjutnya, pemukulan oklik dilakukan oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah beserta jajaran Forkopimda, pertanda dimulainya pawai budaya Kabupaten Bojonegoro tahun 2022.

Pada pagelaran pentas budaya kali SMA, SMK, MA, Perguruan Tinggi dan Umum yang mengusung tema pesona budaya Bojonegoro. Pawai berlangsung sangat meriah, sejak dimulainya acara sekitar pukul 8 pagi. Satu persatu para peserta diberikan waktu kurang lebih 2 menit, untuk mempresentasikan karya yang di usung, di hadapan dewan juri saat pemberangkatan.

Masing masing peserta, terlihat membawakan karya yang ditampilkan beraneka ragam. Dimana penampilan yang dibawakan, menunjukkan kekayaan seni dan budaya beragam yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Pawai budaya yang diselenggarakan pada tanggal 28 agustus, diperuntukan kategori SMA, SMK, Umum dan Perguruan Tinggi.

Terdapat sebanyak 31 peserta, terdiri dari 13 kelompok SMA, SMK dan MA, dan 18 kelomlok dari perguruan tinggi serta umum yang masing masing mengangkat tema seni budaya yang berbeda. Beberapa diantaranya bertema tokoh pejuang agama islam wali kidangan, legenda bayi rondo kuning, meliwis putih, kayangan api, sendang nanom, tradisi wiwit panen padi, tari tayub dan legenda bremono bremani. Semua tema yang di angkat oleh peserta, adalah khas lokal yang ada di Bojonegoro.

Sementara beberapa dari peserta umum, mengangkat tema yang bervariatif pula. Diantaranya tema munggut , pesta rakyat hadiah tuhan melalui bengawan, sembahyang rebutan sedekah bumi, kesenian reog, pagebluk, serta beberapa tema lainnya. Para peserta tampil secara totalitas dalam mepresentasikan pesona budaya Bojonegoro, baik melalui busana, riasan, atribut, dan alat musik tradisional seperti oklik.

Rangkaian acara pawai budaya ini, diselenggarakan untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 77. Rute pawai budaya mengelilingi kawasan kota Bojonegoro, yakni di mukai dari start di Jalan Mas Tumapel, menuju Jalan Mastrip, kemudian ke Jalan MH Thamrin, dilanjutkan ke Jalan Panglima Sudirman, melewati jalan WR Supratman, kemudian menunu Jalan Rajawali, dan finish di Jalan Imam Bonjol.

Untuk peserta pawai budaya, setiap 1 regu atau kelompok dibatasi jumlahnya, yakni hanya 40 sampai 100 orang. Sedangkan untuk iringan musik yang di gunakan oleh masing masing peserta, adalah musik iringan hidup tidak diperbolehkan menggunakan kaset, dan tidak diperbolehkan menggunakan sound system. Serta properti yang digunakan oleh para peserta, tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermesin, maupun menggunakan hewan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto mejelaskan. Hari pertama di tampilkan kategori SMA, SMK, MA, Perguruan Tinggi dam Umum, sedangkan di hari ke 2 nantinya kategori SD, MI, SMP dan MTs. Budiyanto mengatakan, tujuan diadakanya pawai budaya, untuk menggali, mesosialisakan kepada masyarakat tentang tradisi dan seni yang ada di Kabupaten Bojonegoro, agar mengenalkan kepada masyarakat keanekaragaman seni maupun budaya, di Kabupaten Bojonegoro.

Belangsungnya pawai budaya Kabupaten Bojonegoro pada tahun ini, rupanya sangat meriah dan di sambut antusias oleh peserta dan masyarakat. Terbukti, mulai dari Jalan Mas Tumapel Alun-Alun Kota Bojonegoro, hingga rute jalan yang dilewati peserta pawai budaya, dipenuhi oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro, yang sangat antusias melihat sekaligus menikmati berbagai penampilan dari peserta pawai budaya. (edo)