Iklan

Sketsa Bengawan
Monday, August 15, 2022, 17:30 WIB
Last Updated 2022-08-15T10:30:02Z
Hukum | PeristiwaTubanViewerViral

Kericuhan Warnai Demo Ribuan Buruh di PT IKSG Tuban


TUBAN - Unjuk rasa ribuan buruh menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di kantor PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pada Senin siang (15/08/2022) diwarnai kericuhan. Seribuan massa buruh yang emosi, menerobos masuk gerbang besi pabrik secara paksa untuk menemui manajemen perusahaan.

Akibatnya, massa terlibat saling dorong dengan aparat keamanan yang mencoba menghalau. Namun, sebagian buruh berhasil masuk dan langsung lari ke arah kantor perusahaan. Namun, mereka dikejar petugas dan halau balik ke depan kantor setempat. Sementara dua buruh yang dianggap sebagai provokator sempat diamankan petugas kepolisian.

Kedua pria ini akhirnya dilepaskan kembali untuk menghindari situasi semakin memanas. Berkat kesigapan aparat TNI-Polri massa berhasil didorong mundur keluar pagar. Emosi massa buruh mereda setelah perwakilan perusahaan bersedia keluar menemui mereka.

Kesempatan ini dimanfaatkan buruh untuk menyampaikan tuntutan, menolak PHK terhadap tiga puluh tiga rekan mereka yang bekerja di PT IKSG Tuban. Selain tidak memenuhi syarat di PHK, para perkerja juga telah mengabdi cukup lama, antara tujuh hingga dua puluh empat tahun.

“Hari ini kita datang bersama 1.000 anggota menuntut terkait PHK 33 orang pekerja IKSG,” Tegas Duraji, Ketua FSPMI Tuban.

Dalam dialog, pihak perusahaan berjanji akan menampung aspirasi buruh untuk disampaikan kepada manajemen. Namun perusahaan belum dapat memutuskan secara langsung, karena menunggu arahan Disnaker serta pihak Swabina Gatra selaku penyedia tenaga kerja yang merekrut ketiga puluh tiga korban PHK.

“Aspirasi yang disampaikan hari ini tetap kita tampung,” Singkat Sayekti, Manajer HS PT IKSG di depan perwakilan buruh.

Para buruh kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor Pemkab Tuban. Akibat aksi ini akses jalan ke perusahaan setempat tertutup total, sehingga terjadi penumpukan kendaraan hingga keluar Jalur Nasional Pantura. (dzi/rok)