Iklan

Sketsa Bengawan
Wednesday, October 26, 2022, 15:51 WIB
Last Updated 2022-10-26T08:51:24Z
Politik | PemerintahanTubanViewerViral

Pilkades Serentak di Tuban, 1.500 Personil Disiagakan di Desa Rawan Konflik


TUBAN - Polres Tuban menggelar apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2022 di Kabupaten setempat. Apel yang digelar di halaman belakang Polres Tuban pada Rabu (26/10/2022) pagi ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personil serta sarana prasarana pengamanan.

Sebanyak 1.500 personil yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas dikerahkan dalam pengamanan pilkades serentak di Kabupaten Tuban, pada Kamis (27/10/2022) besok. Para petugas keamanan yang sudah dibekali dengan buku saku pelaksanaan pilkades ini nantinya akan disebar di 17 kecamatan yang mengikuti pemilihan kepala desa serentak.

Menurut Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, dari sebanyak 17 kecamatan yang menggelar Pilkades serentak tercatat ada 47 desa yang bakal melangsungkan pilkades. Dari jumlah tersebut, terdapat tiga desa yang teridentifikasi rawan konflik.

“Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Plumpang, Jenu dan Merakurak. Mengantisipasi adanya konflik saat pilkades berlangsung, petugas keamanan menyiagakan personel khusus di titik-titik yang teridentifikasi rawan terjadinya konflik,” terang Mas Bupati.

Selain menggelar apel pengamanan pilkades serentak, petugas keamanan juga melakukan simulasi kejadian tak terduga seperti penghadangan kotak suara, unjuk rasa, dan beberapa potensi konflik saat pelaksanaan. Hal ini bertujuan mengantisipasi terjadinya konflik saat pelaksanaan di lapangan.
 
“Tujuan dilaksanakan apel pergeseran pasukan adalah pengecekan personil serta sarana prasaran pengamanan pilkades. kemudian dilaksanakan kegiatan simulasi yang bersifat kontinjensi. sehingga apabila terjadi permasalahan di lapangan, personil bisa mengendalikan kondisi menjadi kondusif,” jelas Kapolres Tuban, AKBP Rahman Wijaya.

Kini, beberapa logistik perlengkapan pemilihan kepala desa sudah terkirim di masing-masing pos. Pemerintah Kabupaten berharap, dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak ini, masyarakat bisa menerima hasil suara yang ada dan tidak melakukan tindakan yang menimbulkan konflik. (dzi/rok)