Iklan

Sketsa Bengawan
Wednesday, November 23, 2022, 15:39 WIB
Last Updated 2022-11-23T08:39:23Z
JombangPojok PituPotensi DaerahViewerViral

Rumah Batik Kelompok Milenial Jombang Jadi Jujugan Belajar Membatik

JOMBANG - Kelompok usaha bersama milineal di Kabupaten Jombang, berhasil memproduksi aneka batik dengan penghasilan yang menggiurkan. Tidak heran, jika usaha bersama ini menjadi jujukan sekolah untuk mengajari siswa mengenal proses membatik secara utuh.

Seperti yang terlihat pada Rabu (23/11/2022) pagi, ratusan siswa dari SMAN 1 Kedungpring Lamongan datang ke rumah batik milik kelompok usaha bersama (KUB) Canting Bunda, yang ada di Dusun Mojodukuh, Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Kedatangan mereka untuk mengikuti proses belajar membatik.

Seluruh siswa diajari cara membatik secara utuh. Mulai dari menggambar diatas desain kain hingga memberi pewarnaan. Anak anak juga serius belajar memegang canting hingga mencanting di atas kain putih.

Dwita Agustina, guru pembina SMAN 1 Kedungpring Lamongan mengatakan, tujuannya datang untuk mengajari anak membatik. Dengan tutor anak-anak muda yang sudah menghasilkan banyak karya ini diharapkan bisa ditularkan kepada seluruh siswa.

“Sehingga usai belajar disini, siswa kami bisa menerapkan di sekolah sebagai materi kewirausahaan,” jelasnya kepada JTV.

Kegiatan membatik di canting bunda ini memang menggerakan kelompok milenial.mereka kini sudah mahir dan menghasilkan karya batik jombangan. Tidak hanya perempuan, kelompok muda laki-laki ini dengan terampil mencanting kain dari bahan yang sudah disiapkan.

Anugerah Bintang Permana, salah satu anggota kelompok batik ini mengaku senang dengan kegiatan membatik. Meskipun awalnya sempat canggung karena proses canting biasa digeluti kaum hawa. Namun, setelah merasakan kepuasan dari hasil cantingannya. Pemuda ini kemudian menekuni profesi ini. Bahkan, sudah banyak karya dihasilkan dari tangan terampilnya.

“Awalnya canggung, karena umumnya profesi membatik digeluti oleh wanita. Tapi setelah karya saya jadi, saya merasa puas sehingga kini saya tekuni,” terangnya.

Kegiatan membantik yang biasanya didominasi usia dewasa, kini sudah mulai digeluti oleh anak-anak muda. Hasil batik dari kelompok inipun sudah tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Satu lembar batik biasa dijual dengan harga bervariasai sesuai motif dan kesulitannya. Para pembantik muda ini juga sukarela mengajari anak anak muda yang ingin mengikuti jejak kesuksesan membatiknya. (ful/rok)