Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 29 Maret 2023, 15:43 WIB
Last Updated 2023-03-29T08:43:39Z
Edukasi | BudayaLamonganSketsa RamadhanViewerViral

Langgar Dhuwur Mbah Yai Mastur Lamongan Dibangun Tahun 1919


LAMONGAN - Banyak bangunan kuno di Lamongan yang hingga kini masih kita jumpai terpelihara dengan baik dan masih digunakan hingga sekarang. Salah satunya adalah langgar dhuwur atau langgar panggung yang berada di pusat Kota Lamongan. Langgar ini didirikan sejak tahun 1919.

Langgar dhuwur tersebut berada di Kampung Kenduruhan, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan Kota, Kabupaten Lamongan. Sesaui namanya, langgar dhuwur ini lebih tinggi dari bangunan sekitarnya karena menggunakan tiang penyangga.

Langgar dhuwur ini didirikan oleh KH. Mastur Asnawi atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Yai Mastur sekitar tahun 1919 dan sampai sekarang masih digunakan sebagai aktivitas keagamaan. Bangunan langgar dhuwur ini berada di tepi jalan dan berbentuk rumah panggung.

Jika sebelumnya tiang penyangga langgar atau surau ini terbuat dari kayu, kini tiang penyangga langgar tersebut telah direnovasi atau diganti dengan cor beton. Keseluruhan bangunan, termasuk bentuk dan kayu yang ada di langgar atau surau ini juga masih dipertahankan hingga sekarang.

Menurut KH. Faqih Arifin, cucu KH. Mastur Asnawi pendiri langgar dhuwur. Surau tersebut didirikan setelah kakeknya pulang dari menuntut ilmu di Arab Saudi. Sang kakek sengaja tidak mendirikan pesantren dan santri mukim, dengan harapan seluruh warga Lamongan bisa ikut ngaji di langgar panggung ini.

“Cerita dari orang tua saya, langgar itu didirikan setelah kakek pulang dari arab tahun 1919,” ungkapnya kepada JTV, Rabu (29/03/2023).


Sementara itu, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten lamongan berencana mengusulkan langgar dhuwur sebagai salah satu cagah budaya. “Langgar dhuwur dari segi usia dan kesejarahan sudah memenuhi syarat, sehingga akan kita usulkan untuk menjadi cagar budaya Lamongan,” jelas Siti Rubikah, Kadis Pariwisata Lamongan. (fli/rok)