Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 10 Mei 2023, 15:45 WIB
Last Updated 2023-05-10T08:45:18Z
Hukum | PeristiwaPojok PituViewerViral

Kematian Dinilai Janggal, Makam Mantan Polisi Jombang Dibongkar


JOMBANG - Polres Jombang membongkar makam M Nasir, seorang pensiunan polisi di Dusun Gempolpahit, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang Kota, Kabupaten Jombang, selasa (09/05/2023) pagi. Pembongkaran dilakukan, setelah pihak keluarga merasa janggal dengan kematian korban pada 15 maret 2023 silam.


Pantauan di lokasi, pembongkaran makam dilakukan petugas dari RS Bayangkara dan penyidik Polres Jombang. Petugas berencana melakukan otopsi terhadap jenazah pensiunan polisi yang meninggal dua bulan silam tersebut. Dibantu warga, tim langsung membongkar makam korban yang diketahui pensiun dari polisi 9 tahun lalu.


Keluarga korban, M Yusuf mengatakan, sebelum meninggal M Nasir mengalami masalah gangguan kejiwaan. Setelah pensiun, keluarga menitipkan nasir di lembaga rehabilitasi gangguan jiwa yang ada di Sumbermulti, Kecamatan Jogoroto, Jombang. 


“Yang bersangkuran mengalami masalah kejiwaan, sehingga dititipkan di tempat rehabilitasi gangguan kejiwaan,” terangnya.


Kakak korban menambahkan, saat mendapatkan informasi M Nasir meninggal, ia mendapati jenazah sang adik terdapat bekas luka dibagian wajah dan hidung. Kejanggalan tersebut, kemudian dilaporkan kepada Polres Jombang. 


“Kami dari pihak keluarga merasa janggal, karena jasad adik saya ada bekas luka di wajah dan hidung. Setelah berembuk kami sepakat melapor ke Polres,” imbuhnya.


Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto menjelaskan, kegiatan otopsi ulang untuk menjadi bukti tambahan untuk pihaknya dalam melakukan penyelidikan. Selain itu, petugas juga sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi baik pihak keluarga maupun pihak pengelola tempat rehabilitasi korban.


“Laporan keluarga ini muncul karena merasa adanya kejanggalan kematian korban. Melalui proses penyelidikan dan otopsi ini diharapkan akan terjawab kecurigaan keluarga. Sekaligus sebagai langsung petugas untuk memutuskan penanganan penyelidikan lebih lanjut,” tegas AKP Aldo Febrianto. (ful/rok)