Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 01 Juli 2023, 15:22 WIB
Last Updated 2023-07-03T07:25:45Z
BojonegoroPotensi DaerahViewerViral

Berkah Kemarau, Omzet Perajin Batu Bata Merah di Bojonegoro Naik 50 Persen


BOJONEGORO - Musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi para perajin batu bata merah. Kondisi tersebut salah satunya dirasakan para perajin batu bata merah di Sepanjang Bantaran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Bojonegoro.

Jika pada musim penghujan, proses pengeringan batu bata merah membutuhkan waktu hingga satu bulan lebih. Namun pada musim kemarau ini proses pengeringan batu bata hanya membutuhkan waktu seminggu saja.

Darwadi, salah satu perajin batu bata merah asal Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, datangnya musim kemarau membuat pendapatannya naik sekitar 50 persen dibandingkan dengan musim penghujan.

“Alhamdulillah kalau musim kemarau pasti pendapatan naik 50 persen mas. Karena kan proses produksi bisa cepat,” ungkapnya kepada JTV, Sabtu (01/07/2023).

Lanjut Darwadi, jika pada musim penghujan ia hanya mampu mencetak sebanyak tiga sampai empat ribu batu bata merah. Kini pada musim kemarau ia mampu mencetak sebanyak antara tujuh hingga delapan ribu batu bata merah.

“Selain itu, pada musim kemarau seperti saat ini, bahan baku batu bata merah yang terbuat dari tanah liat di sepanjang bantaran sungai bengawan solo juga cukup tersedia. Sebab biasanya jika musim penghujan para perajin batu bata merah ini cukup kesulitan untuk mendapatkan bahan baku karena seringkali terjadi banjir,” paparnya.

Sementara untuk menjual hasil usahanya ini, Darmadi mematok harga antara 500 hingga 600 rupiah per batu bata merah. Biasanya harga 600 rupiah ini jika pembeli datang dari masyarakat umum dengan paket eceran.

“Namun jika pembeli dari galangan dan untuk dijual ulang, biasanya pembelian dilakukan dengan cara paket besar dengan harga 500 rupiah,” tegas Darwadi.

Selain dijual di Bojonegoro, para pembeli batu bata merah ini juga datang dari luar daerah seperti dari Kabupaten Tuban, Lamongan hingga Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (lim/rok)

Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News