Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 08 Mei 2024, 15:39 WIB
Last Updated 2024-05-08T08:39:22Z
NgawiPojok PituViewerViral

Viral, Warga Ngawi Curhat Istrinya Tewas Usai Operasi Cabut Gigi


NGAWI - Dua hari terakhir, jagat dunia maya digegerkan dengan postingan seorang warga Ngawi yang menyampaikan istrinya meninggal pasca operasi cabut gigi bungsu di salah satu klinik setempat. Pria tersebut adalah Davin Ahmad Sofyan (28) tahun.

Davin menceritakan dalam akun medsos tiktok, jika istrinya Nira Pranita Asih (31) tahun meninggal dunia pasca operasi cabut gigi bungsu yang berdampak pada infeksi mulut dan organ pernapasan. Davin mengaku peristiwa berawal saat istrinya memutuskan cabut gigi bungsu pada 28 Desember 2023 lalu.

Sebelumnya, istrinya mengeluh pusing dan tidak nyaman dengan kondisi giginya hingga akhirnya mendatangi klinik gigi yang ada di Walikukun. Hasil konsul, Ia dan istrinya diarahkan untuk foto rontgen di Rumah Sakit Sarila Husada Sragen.

Hasil rontgen dibawa kembali ke klinik. Diketahui gigi bungsu bagian belakang miring ke kiri. Sehingga disarankan dokter di klinik tersebut untuk cabut gigi bungsu.

Ia juga mendapat beberapa obat pasca melakukan cabut gigi tersebut. Dua hari kemudian, saat Ia dan keluarga di rumah solo terjadi pembengkakan, maka selanjutnya dilakukan konsul ke Rumah Sakit Panti Waluyo Solo.

Hasilnya, selain pembengkakan juga terjadi peradangan, selanjutnya rawat jalan. Karena belum ada perkembangan ke arah lebih baik maka tanggal 1 Januari 2024 periksa kembali ke Rumah Sakit Solo, hasilnya sama yakni ada peradangan pada bagian tenggorokan. Kondisi semakin baik maka Ia bisa kembali ke rumahnya di Kecamatan Widodaren, Ngawi.

Namun saat tanggal 3 Januari 2024, kondisi istrinya kembali parah yakni terjadi pembengkakan  di bagian leher dan tidak bisa berbicara. Ia sempat mendatangi klinik awal yang melakukan cabut gigi, namun tutup.

Akhirnya, Ia memutuskan untuk mendatangi dokter keluarga saat sore harinya diketahui ada infeksi di tenggorokan. Bahkan tidak hanya bengkak tapi juga terjadi sesak nafas.

Setelah menginap sehari selanjutnya disarankan untuk rujuk ke Rumah Sakit Oen Kandang Sapi Solo, dengan konsul pada dokter bedah mulut dan bedah umum.

Menurut Davin, hasil konsul tersebut diketahui dampak dari infeksi cabut gigi. Hingga akhirnya dilakukan operasi kembali termasuk pengambilan cairan dari dampak infeksi tersebut. Dengan operasi WSD untuk mengeluarkan cairan nanah.

“Jumlah cairan yang dikeluarkan mencapai 2 liter. Termasuk dilakukan operasi thorax pada awal februari. Setelah operasi kondisi sempat membaik,” jelasnya kepada JTV, Rabu (08/05/2024).

“Terus akhirnya pada tanggal 27 April 2024, kondisi istri saya kembali menurun dan saya bawa kembali ke Rumah Sakit Oen Solo, kemudian meninggal dunia,” kenang Davin.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Dokter Yudono mengaku telah melakukan klarifikasi kepada pihak dokter yang bersangkutan. Diketahui kegiatan cabut gigi dilakukan di klinik pribadi dokter.

Kadinkes juga mengakui jika Dokter Gigi Sylvia Wardah juga merupakan salah satu dokter di RSUD Mantingan.

“Saya sudah melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan, nanti hasilnya akan kita sampaikan jika sudah selesai,” jelasnya.

Sementara saat sejumlah media mencoba klarifikasi dengan mendatangi klinik dokter gigi yang ada di Desa Walikukun Kecamatan Widodaren Ngawi, namun klinik tersebut sepi. Meski ada 2 sepeda motor namun klinik tutup dan tidak ada yang dapat ditemui. (ito/rok)