Gempur Rokil

Gempur Rokil
Redaksi JTV
Jumat, 02 Januari 2026, 21:51 WIB
Last Updated 2026-01-02T14:51:29Z
Politik | PemerintahanTubanViewerViral

Naik Kelas ke Tipe C, RSUD Ali Manshur Jatirogo Kini Miliki Layanan Spesialis Lebih Lengkap

 
RSUD R. Ali Manshur di Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban.

TUBAN – RSUD Ali Manshur Jatirogo terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah barat Kabupaten Tuban. Pasca resmi naik kelas menjadi Rumah Sakit Tipe C pada akhir 2024, rumah sakit ini kini tampil dengan wajah baru yang lebih modern, lengkap, dan berorientasi pada kemudahan pasien.


Berbagai inovasi unggulan diluncurkan, mulai dari penguatan layanan spesialis, fasilitas medis canggih, hingga program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.


Salah satu terobosan yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga adalah program Apel Mas. Inovasi ini menyediakan armada khusus beserta sopir dan tenaga kesehatan untuk menjemput maupun mengantar pasien di wilayah Jatirogo tanpa dipungut biaya alias gratis.


Direktur RSUD Ali Manshur Jatirogo, drg. Roikan MH, mengungkapkan bahwa program ini telah berjalan setahun dan menjadi primadona bagi warga yang kesulitan akses transportasi.


“Sudah banyak warga yang memanfaatkan layanan ini. Tujuannya agar akses pelayanan kesehatan semakin mudah, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan transportasi,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).


Roikan menegaskan, bagi calon jemaah haji di wilayah Tuban Barat, kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. RSUD Ali Manshur telah membuka layanan Medical Check Up (MCU) Haji yang komprehensif, mencakup radiologi, rontgen gigi (CBCT & Panoramik), hingga USG.


“Selama ini jemaah haji dari wilayah barat harus ke Tuban Kota. Sekarang tidak perlu lagi, karena MCU Haji sudah bisa dilayani di RSUD Ali Manshur,” tegas Roikan.


Tak hanya soal akses, RSUD Ali Manshur juga berinvestasi pada teknologi medis. Saat ini, rumah sakit telah memiliki alat OCT (Optical Coherence Tomography) untuk pemeriksaan retina mata yang mendalam. Fasilitas ini memungkinkan tindakan medis berisiko tinggi seperti operasi katarak dilakukan secara lokal.


“Dengan adanya OCT, pemeriksaan mata hingga tindakan seperti operasi katarak bisa dilakukan di sini. Masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke RSUD dr. Koesma Tuban atau rumah sakit di Bojonegoro,” tambah dokter lulusan Universitas Airlangga tersebut.


Untuk kenyamanan ekstra, Pemkab Tuban juga telah membangun gedung rawat inap VIP sebanyak sembilan titik. Fasilitas ini ditujukan bagi pasien yang menginginkan layanan lebih eksklusif dan privat.


Meski fasilitas terus bertambah, manajemen tetap fokus pada standar mutu pelayanan. Penerapan SOP sesuai akreditasi menjadi harga mati. drg. Roikan menekankan pentingnya transparansi dan perbaikan berkelanjutan melalui forum morning report.


“Kami rutin melakukan evaluasi setiap minggu melalui morning report. Semua kendala dibahas bersama untuk dicarikan solusi,” tegas pria kelahiran 1977 tersebut.


Terkait kepuasan pelanggan, pihak rumah sakit menggunakan data Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan membuka ruang komunikasi langsung bagi pasien yang memiliki keluhan.


“Kami selalu terbuka terhadap kritik yang membangun. Dari keluhan itulah kami bisa terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan,” tutupnya. (dzi/rok)