Iklan Beranda

Redaksi JTV
Jumat, 23 Januari 2026, 14:13 WIB
Last Updated 2026-01-23T07:13:21Z
BojonegoroPotensi DaerahViewerViral

Rumah Sakit Aisyiyah dan BPJS Kesehatan Bojonegoro Luncurkan CT-Scan JKN

Rumah Sakit Aisyiyah dan BPJS Kesehatan Bojonegoro Luncurkan CT-Scan JKN. Foto: Edo/JTV.
BOJONEGORO - Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bojonegoro, meluncurkan layanan CT-Scan dan foto panoramic bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan yang digelar di Gedung Ji’ronah Lantai Empat RSA Bojonegoro ini, menjadi tonggak penting dalam penguatan akses layanan diagnostik lanjutan bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.

Kehadiran layanan ini juga sekaligus menegaskan komitmen RSA Bojonegoro dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, akurat, dan inklusif dalam ekosistem JKN. Langkah ini juga dilakukan untuk memperluas akses diagnostik, guna menjaga keberlanjutan manfaat program JKN di Kabupaten setempat.

Direktur RSA Bojonegoro, dr Tomy Oeky Prasiska Mars menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas sinergi dan kepercayaan yang terus terjalin. Menurutnya, pembukaan pelayanan ct-scan dan foto panoramic ini merupakan wujud nyata komitmen RSA Bojonegoro, dalam menghadirkan layanan diagnostik berteknologi modern, yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Dalam waktu dekat RSA Bojonegoro juga akan segera kedatangan dokter spesialis bedah jantung dan pembuluh darah, serta beberapa dokter spesialis lainnya. Hal ini dilakukan, untuk semakin memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta JKN dan masyarakat Bojonegoro,” jelasnya kepada JTV, Jumat (23/01/2026).

Dokter Tomy juga menyebutkan, hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta program JKN secara nasional telah mencapai 282 juta 739 ribu 458 peserta. Angka tersebut menjadikan JKN sebagai salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia, dan menjadi tulang punggung perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.

“Termasuk juga di Bojonegoro. Itu juga sangat bermanfaat. Makanya program ini juga kita luncurkan untuk memperluas akses layanan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, dr Wahyu Giyanto, mengapresiasi langkah RSA Bojonegoro, yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan modern dan inklusif bagi peserta JKN.

“Kami juga memberikan apresiasi atas peran RSA Bojonegoro, yang melalui program CSR telah membantu membayarkan angsuran iuran peserta BPJS kesehatan, khususnya segmen mandiri yang mengalami tunggakan,” ungkapnya.

Wahyu Gianto menambahkan, seluruh penduduk Kabupaten Bojonegoro telah terdaftar sebagai peserta JKN, namun tingkat keaktifannya baru mencapai 81 persen.

“Kami berharap, ke depan keaktifan peserta JKN di bojonegoro dapat meningkat hingga mencapai 100 persen,” pungkasnya. (edo/rok)