Redaksi JTV
Rabu, 25 Februari 2026, 22:48 WIB
Last Updated 2026-02-25T15:48:40Z
BojonegoroPotensi DaerahSketsa RamadhanViewerViral

Berkah Ramadhan, Omset Penjualan Produsen Kue Gapit di Bojonegoro Tembus Rp35 Juta

Produksi kue gapit di griya camilan Jalan Sunan Kalijaga Nomor 85, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/02/2026). Foto: Edo/JTV.
BOJONEGORO - Bulan suci ramadhan, membawa berkah bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya dirasakan oleh usaha rumahan griya camilan yang berlokasi di Jalan Sunan Kalijaga Nomor 85, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/02/2026).

Sejak awal bulan puasa, permintaan kue kering jenis gapit di tempat ini meningkat signifikan. Gapit sendiri, merupakan jajanan tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu dan menjadi suguhan khas saat hari raya maupun acara keluarga. 

Pemilik usaha, Safila Nur Auliya mengatakan, rasanya yang manis dan renyah, membuat camilan ini tetap diminati hingga saat ini. Jika pada hari biasa produksi gapit gulung hanya mencapai sekitar 12 kilogram per hari, saat ramadhan meningkat menjadi 16 kilogram per hari. 

Sementara untuk gapit dolar atau rasa asin, produksi naik dari 3 kilogram menjadi 4 kilogram per hari. Untuk harga, gapit gulung dijual 85 ribu rupiah per kilogram, Sedangkan gapit dolar atau asin dibanderol 80 ribu rupiah per kilogram.

“Sejak awal puasa ada peningkatan pesanan, sehingga produksinya juga kita tingkatkan untuk memenuhi pesanan dari pelanggan,” jelas Safila saat ditemui JTV. 

Lanjutnya, tak hanya melayani kebutuhan pasar lokal Bojonegoro, penjualan kue gapit produksi griya camilan juga merambah luar kota, pesanan datang dari Surabaya hingga Yogyakarta.

“Karena terjadi peningkatan permintaan. Tentu omsetnya juga naik. Kalau bulan puasa gini omsetnya sampai 35 juta rupiah sebulan,” imbuh Safila.

Imbuhnya, proses pembuatan gapit membutuhkan ketelatenan dan konsentrasi. Meski terlihat sederhana, pembuatannya harus fokus agar tidak gosong dan tetap renyah.

“Semoga pada ramadhan ini tidak hanya meningkatkan penjualan saja, namun juga mampu menarik pelanggan baru serta memperluas pasar usaha ke lebih banyak daerah,” pungkasnya. (edo/rok)