Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 02 Mei 2026, 15:19 WIB
Last Updated 2026-05-02T08:19:24Z
NgawiPojok PituViewerViral

DPRD Ngawi Soroti Kenaikan Bahan Baku, Pengusaha Keripik Tempe Terancam Gulung Tikar


NGAWI - Kenaikan harga bahan baku usaha keripik tempe semakin membebani puluhan pelaku usaha rumahan di Dusun Sadang, Desa Karangtengah Prandon, Kabupaten Ngawi. Para pelaku usaha kini dihadapkan pada lonjakan harga kedelai, minyak goreng, dan plastik kemasan yang terus meningkat.

Tak hanya itu, hingga saat ini para pelaku usaha mengaku belum melihat adanya langkah konkret dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam menyikapi persoalan tersebut.

Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi yang dihadapi pelaku usaha kecil, khususnya sektor UMKM.

“Di Ngawi ini pelaku UMKM sangat banyak, dan mereka sangat bergantung pada bahan baku. Ketika harga bahan baku naik, tentu akan sangat memberatkan dan mengganggu keberlangsungan usaha mereka,” ujar Yuwono.

Ia menegaskan, kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah melalui OPD terkait, seperti Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja.

“Seharusnya OPD terkait segera turun tangan. Jangan sampai pelaku usaha kecil ini dibiarkan menghadapi kenaikan harga sendiri tanpa solusi,” tegasnya.

Menurutnya, jika lonjakan harga bahan baku seperti kedelai, minyak goreng, dan plastik tidak segera ditangani, maka bukan tidak mungkin para pelaku usaha keripik tempe akan menghentikan produksinya.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, bisa saja mereka menutup usahanya karena tidak mampu menutup biaya produksi,” tambah Yuwono.

Dampak kenaikan harga bahan baku tersebut kini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Selain harus menaikkan harga jual produk, mereka juga terpaksa mengurangi jumlah produksi hingga sekitar 40 persen.

Kondisi ini dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada keberlangsungan usaha, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja di sektor industri rumahan tersebut. (ito/im)