NGAWI - Salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api antara Argo Bromo dan KRL di Bekasi merupakan warga asal Kabupaten Ngawi. Korban bernama Mia Citra Rumaisya (25), dimakamkan di kampung halaman orang tuanya di Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan.
Mia diketahui merupakan warga Tambun, Bekasi, dan menjadi korban meninggal ke-16 dalam insiden kecelakaan tersebut.
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga saat mobil ambulans dari RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid, Kota Bekasi, tiba membawa jenazah korban. Tangis keluarga pun pecah menyambut kedatangan almarhumah yang merupakan anak kedua dari pasangan Muhammad Hamid dan Harmimah Wati.
Paman korban, Burhanuddin, mengungkapkan bahwa sebelum meninggal dunia, Mia sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
“Korban sempat dirawat selama satu hari di rumah sakit. Kondisinya mengalami patah tulang di bagian kaki sebelum akhirnya meninggal dunia,” ujar Burhanuddin.
Ia juga menjelaskan bahwa saat kejadian, korban tengah dalam perjalanan pulang kerja dan sempat terjebak di dalam gerbong dalam waktu cukup lama.
“Waktu kejadian, posisinya terjepit di dalam gerbong sekitar 10 jam sejak kecelakaan terjadi. Baru bisa dievakuasi keesokan paginya,” tambahnya.
Ayah korban, Muhammad Hamid, menyampaikan duka mendalam atas kepergian putrinya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang telah membantu proses evakuasi.
“Kami sangat kehilangan. Terima kasih kepada tim penyelamat yang sudah berusaha mengevakuasi dan merawat anak kami,” ucapnya dengan suara lirih.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah kemudian disholatkan di masjid setempat dan dimakamkan di pemakaman umum desa pada Kamis dini hari.
Pihak keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan keselamatan transportasi dapat lebih diperhatikan ke depannya. (ito/im)

