TUBAN – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tuban terus dipacu guna mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Hingga 14 Mei 2026, progres fisik proyek pendidikan terpadu ini tercatat telah mencapai 51 persen.
Koordinator Wilayah Tuban sekaligus Kepala Lapangan, Agus Saputra, menyatakan optimisme proyek akan tuntas tepat waktu. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya menerapkan strategi percepatan melalui penambahan tenaga kerja hingga penerapan sistem kerja tiga shift.
Demi mengejar sisa target, jumlah tenaga kerja akan ditingkatkan secara bertahap dari 807 orang menjadi 1.200 orang, dengan tetap melibatkan 26% warga lokal Tuban.
Sistem kerja operasional kini dibagi menjadi tiga zona waktu:
• Shift 1: 08.00 – 17.00 WIB
• Shift 2: 13.00 – 21.00 WIB
• Shift 3: 22.00 – 04.00 WIB
"Penambahan tenaga kerja dan jam kerja dilakukan agar seluruh konstruksi selesai sesuai jadwal kontrak," ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (14/5/2024).
Beberapa tahap awal seperti striping lahan, pondasi bangunan, pagar kawasan, hingga penanaman rumput lapangan bola telah diselesaikan. Saat ini, fokus utama dialihkan pada:
1. Struktur Gedung: Pengerjaan lantai dua, ring balok, dan penutupan atap.
2. Infrastruktur Pendukung: Jalan kawasan, jogging track, lapangan basket, dan lapangan upacara.
3. Teknis: Pekerjaan arsitektur serta Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) di seluruh bangunan.
Mengingat tingginya ritme kerja, pihak kontraktor memberikan perhatian khusus pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Langkah mitigasi dilakukan melalui:
• Pemeriksaan kesehatan rutin bagi pekerja.
• Pemberian asupan vitamin.
• Sesi olahraga ringan sebelum memulai aktivitas untuk mencegah kelelahan akibat sistem lembur.
Selain faktor SDM, Agus menyebut tantangan lain meliputi kelancaran logistik material, koordinasi tim, serta kecepatan proses persetujuan desain proyek.
Sekolah Rakyat Tuban dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi yang ramah disabilitas. Fasilitasnya mencakup ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, gedung serbaguna, hingga asrama siswa yang dipisahkan antara putra dan putri untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Menariknya, sekolah ini menerapkan konsep Wali Asuh. Siswa, terutama dari latar belakang ekonomi miskin ekstrem, akan tinggal di asrama bersama wali asuh untuk membentuk kemandirian, mulai dari merapikan tempat tidur hingga mengurus kebutuhan pribadi.
Sebagai informasi, pembangunan SR Tuban merupakan bagian dari proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur 1 yang mencakup lima wilayah dengan total nilai kontrak mencapai Rp 1,1 triliun. Fasilitas ini diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada tahun ajaran baru, Juli 2026. (dzi)

