Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 14 Mei 2026, 17:46 WIB
Last Updated 2026-05-15T09:46:40Z
Hukum | PeristiwaTubanViewerViral

Puluhan Driver Ojek Online Gelar Doa Bersama untuk Driver Shopee Food yang Tewas di Tuban


TUBAN - Suasana haru menyelimuti Jalan Letda Sucipto, Kabupaten Tuban, Rabu malam. Puluhan driver dari berbagai komunitas ojek online berkumpul sambil menyalakan lilin dan memanjatkan doa untuk Mochamad Iqbal Firmansyah, driver Shopee Food yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis.

Aksi doa bersama tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus keprihatinan atas meninggalnya korban yang diduga akibat kondisi jalan proyek yang membahayakan pengguna jalan.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Senin malam. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi S-2408-EX dari arah barat menuju timur.

Ketika melintas di kawasan Kelurahan Mondokan, tepatnya di depan akses masuk proyek Sekolah Rakyat, korban diduga tidak mengetahui adanya gundukan aspal yang menonjol di badan jalan.

Gundukan aspal tersebut disebut bergeser akibat sering dilalui kendaraan alat berat proyek. Saat sepeda motor korban menghantam bagian jalan yang menonjol itu, kendaraan langsung oleng hingga korban terjatuh dan terpental ke aspal.

Akibat kejadian tersebut, Mochamad Iqbal Firmansyah mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sebagai bentuk penghormatan, para driver menaburkan bunga di lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa rekan mereka.

Sepupu korban, Mujiono, mengatakan keluarga sangat terpukul atas kejadian tersebut. Korban dikenal sebagai sosok pekerja keras dan menjadi tulang punggung keluarga.

“Iqbal selama ini menjadi tulang punggung kedua orang tuanya yang sudah tua. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Mujiono.

Para driver juga menyayangkan kondisi jalan proyek yang dinilai tidak dilengkapi pengaman maupun tanda peringatan, sehingga membahayakan pengendara yang melintas pada malam hari.

Meski pihak proyek disebut telah menawarkan santunan sebesar Rp20 juta kepada keluarga korban, rekan-rekan driver menilai nilai tersebut tidak sebanding dengan nyawa yang hilang.

Mereka berharap kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi pelaksana proyek agar lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung. (dzik/im)