Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 01 Juli 2026, 16:55 WIB
Last Updated 2026-07-01T09:55:12Z
NgawiPojok PituPolitik | PemerintahanViewerViral

Ratusan Kios di Pasar Besar Ngawi Tutup, Pemkab Siapkan Konsep Revitalisasi Lantai II


NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) menyiapkan sejumlah langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Besar Ngawi. Upaya tersebut dilakukan menyusul masih banyaknya kios yang tidak beroperasi, terutama di lantai II.

Berdasarkan data DPPTK Kabupaten Ngawi, Pasar Besar Ngawi memiliki total 1.196 los dan kios. Dari jumlah tersebut, 930 unit masih aktif beroperasi, sedangkan 269 kios tercatat tutup. Sebagian besar kios yang tidak beroperasi berada di lantai II.

Kepala DPPTK Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, mengatakan selama ini masih ditemukan kios yang dialihfungsikan menjadi gudang oleh pedagang. Padahal, pemerintah daerah telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan mengingatkan agar kios dimanfaatkan sesuai peruntukannya sebagai tempat berjualan.

"Kami terus melakukan sosialisasi agar kios yang selama ini digunakan sebagai gudang dapat kembali difungsikan untuk berdagang. Saat ini kami juga sedang menyiapkan konsep bersama para pedagang agar aktivitas di Pasar Besar Ngawi bisa lebih hidup, termasuk pada malam hari," ujar Kusumawati Nilam Sulandrianingrum.

Sebagai salah satu upaya menghidupkan kembali kawasan lantai II, DPPTK berencana menjalin kerja sama dengan pelaku usaha, seperti counter telepon seluler maupun usaha elektronik lainnya. Kehadiran jenis usaha tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar.

Menurut Kusumawati, rencana tersebut masih akan dibahas bersama para pedagang agar konsep penataan pasar dapat berjalan sesuai kebutuhan dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.

Selama beberapa waktu terakhir, aktivitas di Pasar Besar Ngawi, khususnya di lantai II yang didominasi kios pakaian dan produk fesyen, memang mengalami penurunan jumlah pengunjung. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Ngawi tetap memberlakukan penarikan retribusi kepada para pedagang sebagai bagian dari upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui penataan dan pemanfaatan kembali kios-kios yang tidak aktif, pemerintah daerah berharap Pasar Besar Ngawi dapat kembali ramai sehingga aktivitas perdagangan meningkat dan memberikan dampak positif bagi para pedagang maupun perekonomian daerah. (ito/im)