BOJONEGORO - Suasana meriah menyelimuti perayaan sembahyang arwah yang digelar di kawasan Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro, Jumat pagi. Ratusan warga memadati halaman klenteng untuk mengikuti prosesi rebutan gunungan yang menjadi puncak acara tahunan tersebut.
Sebelum prosesi rebutan gunungan dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan rangkaian ritual yang diawali dengan sembahyang dan doa bersama. Prosesi tersebut diikuti para pengurus serta umat Tri Dharma yang hadir di Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro.
Ritual sembahyang dan doa bersama dipimpin langsung Ketua Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro, Liem Hwat Hok, bersama Ketua Bidang Peribadatan, Kho Tjiang San.
Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, panitia kemudian membunyikan gong sebagai tanda bahwa prosesi sembahyang dan doa telah berakhir.
Momen tersebut langsung disambut antusias oleh ratusan warga yang sejak sebelumnya menunggu di luar pagar klenteng. Begitu gong dibunyikan, warga berlarian masuk ke halaman klenteng untuk menyerbu puluhan gunungan sesaji yang telah disiapkan.
Warga tampak saling berdesakan untuk mendapatkan berbagai sesaji dan makanan yang dipercaya membawa keberkahan serta kemakmuran. Suasana semakin ramai karena prosesi rebutan gunungan tidak hanya diikuti orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang turut berbaur di tengah kerumunan.
Meski harus berdesakan dan berebut, sejumlah warga mengaku senang dapat mengikuti tradisi tahunan tersebut. Aneka makanan yang berhasil mereka dapatkan, seperti nasi, lauk-pauk, hingga jajanan siap saji, rencananya akan disantap bersama teman maupun kerabat.
Gunungan yang disiapkan dalam tradisi ini juga memiliki beragam bentuk dan isi. Tidak hanya berupa hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran, serta kue tradisional, beberapa gunungan juga dilengkapi angpao.
Menariknya, angpao tersebut berisi lembaran hadiah dengan tulisan seperti mesin cuci, kulkas, dan berbagai hadiah lainnya. Hadiah yang tertulis dalam angpao tersebut nantinya dapat ditukarkan kepada panitia sesuai ketentuan yang telah disiapkan.
Ketua Bidang Peribadatan Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro, Kho Tjiang San, menjelaskan tradisi rebutan gunungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan sembahyang arwah yang rutin digelar.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi untuk memperebutkan makanan maupun hadiah, tetapi memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada arwah para leluhur.
“Tradisi ini digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada arwah para leluhur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat yang setiap tahun antusias mengikuti rangkaian acara,” jelas Kho Tjiang San.
Tradisi rebutan gunungan tersebut pun menjadi salah satu daya tarik dalam perayaan sembahyang arwah di Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro. Antusiasme warga yang datang dari berbagai kalangan membuat suasana perayaan berlangsung semarak dan penuh kebersamaan. (edo/im)

