Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 03 September 2026, 13:42 WIB
Last Updated 2026-09-03T06:42:31Z
NgawiPojok PituPotensi DaerahViewerViral

Kerajinan Tas Anyaman Plastik di Ngawi Libatkan 40 Warga, Produksi Tembus Pasar Luar Jawa


NGAWI - Usai menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, sejumlah ibu-ibu warga Desa Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, berkumpul di salah satu rumah warga. Mereka mengisi waktu dengan membuat berbagai jenis tas berbahan plastik.

Aktivitas tersebut bukan sekadar kegiatan sampingan. Kerajinan tas anyaman plastik yang telah berjalan sejak 2008 itu kini mampu menjadi sumber tambahan penghasilan bagi warga.

Pemilik usaha UMKM tas anyaman plastik, Komari, 45 tahun, mengatakan usaha tersebut dirintis sejak 2008. Sebelum menekuni bisnis anyaman plastik, ia sempat berjualan sayuran. Namun, karena hasil yang diperoleh dinilai belum mencukupi, Komari kemudian beralih menjual tas anyaman.

Melihat potensi pasar yang cukup tinggi, Komari kemudian mulai memproduksi tas anyaman plastik secara mandiri. Usahanya pun terus berkembang.

Jika pada awal merintis ia hanya membutuhkan sekitar tiga hingga empat roll gulungan plastik, kini kebutuhan bahan baku meningkat drastis hingga mencapai 50 sampai 70 roll.

Meningkatnya permintaan pasar membuat Komari melibatkan warga sekitar, bahkan warga dari luar desa, untuk membantu proses produksi. Saat ini, sekitar 40 orang terlibat dalam pembuatan tas anyaman plastik tersebut.

Dalam sehari, produksi dapat mencapai 1.000 hingga 1.500 tas. Harga jualnya bervariasi, mulai Rp4.000 hingga Rp8.500 per tas, tergantung ukuran.

“Usaha anyaman plastik ini saya rintis sejak 2008. Awalnya saya berjualan sayuran, tetapi hasilnya kurang mencukupi. Kemudian saya mencoba usaha tas anyaman dan ternyata permintaannya cukup tinggi,” ujar Komari.

Tidak hanya dipasarkan di wilayah Jawa, produk tas anyaman plastik buatan warga Desa Pohkonyal tersebut kini telah menembus sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa, di antaranya Bali, Jakarta, hingga Sumatera.

Sementara itu, Kepala Desa Pohkonyal, Sukirno, mengakui cukup banyak warganya yang kini terlibat dalam pembuatan tas anyaman plastik. Menurutnya, kegiatan yang masuk dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM tersebut mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Terlebih, saat ini terdapat sekitar 10 pengepul atau pemilik usaha anyaman plastik di Desa Pohkonyal. Keberadaan usaha tersebut turut membuka peluang penghasilan bagi masyarakat yang selama ini mayoritas bekerja di sektor pertanian.

“Cukup banyak warga kami yang terlibat dalam pembuatan tas anyaman plastik. Ini menjadi salah satu kegiatan UMKM yang bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama karena mayoritas warga di sini bekerja di sektor pertanian,” kata Sukirno.

Menariknya, meski sebagian besar warga mengerjakan pembuatan tas anyaman plastik sebagai pekerjaan sampingan, kegiatan tersebut mampu memberikan tambahan penghasilan yang cukup menjanjikan.

Setiap warga mendapatkan ongkos produksi antara Rp1.300 hingga Rp2.400 untuk menyelesaikan satu tas. Besaran upah disesuaikan dengan ukuran tas yang dikerjakan.

Kerajinan sederhana berbahan plastik ini sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas rumahan dapat berkembang menjadi usaha produktif yang melibatkan puluhan warga dan membuka peluang ekonomi baru di tengah masyarakat pedesaan. (ito/im)