Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 08 September 2026, 13:43 WIB
Last Updated 2026-09-08T09:44:18Z
NgawiPojok PituViewerViral

Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas, 1.884 Jiwa Terdampak Kekeringan


NGAWI - Dampak musim kemarau di Kabupaten Ngawi semakin meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, saat ini kekeringan telah menyebabkan krisis air bersih di 19 dusun yang tersebar di 15 desa dan 7 kecamatan.

Tujuh kecamatan yang terdampak kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Ngawi, Pitu, Karanganyar, Kasreman, Bringin, Karangjati, dan Kedunggalar.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Yudha Herlambang, mengatakan secara keseluruhan terdapat 715 kepala keluarga (KK) atau 1.884 jiwa yang terdampak kekeringan.

“Saat ini ada 19 dusun di 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak kekeringan. Totalnya ada 715 KK dengan jumlah 1.884 jiwa,” kata Yudha Herlambang.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak, BPBD Ngawi saat ini mengandalkan distribusi atau dropping air bersih. Dropping dilakukan dengan intensitas mencapai tiga hingga empat kali setiap hari, dengan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya PMI, BBWS, dan komunitas.

Sejak 2 Agustus 2026 hingga saat ini, BPBD Ngawi telah melakukan sebanyak 110 kali dropping air bersih. Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 hingga 6.000 liter.

Dari seluruh distribusi tersebut, tercatat sebanyak 606.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, saat ini kami melakukan dropping dengan intensitas tiga sampai empat kali setiap hari. Kami juga bekerja sama dengan PMI, BBWS, dan komunitas,” ujar Yudha.

Menurut Yudha, kondisi kekeringan masih berpotensi meluas mengingat puncak musim kemarau berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Agustus hingga September.

Sementara itu, musim hujan diperkirakan baru mulai terjadi sekitar November. Karena itu, distribusi air bersih masih akan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama sumber air belum kembali normal.

BPBD Ngawi juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang terdampak kekeringan serta menyesuaikan distribusi air bersih dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. (ito/im)