NGAWI - Puluhan petugas gabungan bersama masyarakat menggelar salat istisqa di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Lawu, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.
Salat istisqa tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar Tuhan Yang Maha Esa segera menurunkan hujan di kawasan Gunung Lawu. Hujan sangat diharapkan untuk membantu mengurangi titik api yang masih muncul di kawasan hutan.
Camat Jogorogo, Kusnu Heri Purwanto, mengatakan masyarakat di sekitar lereng Gunung Lawu sangat berharap hujan segera turun. Terlebih, kondisi sejumlah lokasi kebakaran masih sulit dijangkau petugas untuk dilakukan pemadaman secara langsung.
Menurut Heri, jamaah yang mengikuti salat istisqa terdiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), petugas gabungan, serta masyarakat sekitar.
“Masyarakat di sekitar lereng Gunung Lawu sangat berharap segera turun hujan. Selain sebagai ikhtiar, salat istisqa ini juga menjadi doa bersama karena beberapa lokasi kebakaran masih sulit dijangkau untuk dilakukan pemadaman secara langsung,” ujar Kusnu Heri Purwanto.
Heri menambahkan, meski kebakaran hutan dan lahan belum berdampak langsung terhadap permukiman warga, sejumlah masyarakat yang beraktivitas di tepian hutan tetap harus berhati-hati. Mereka masih melakukan aktivitas di sekitar lereng Gunung Lawu sebagai pesanggem, terutama di Desa Ngrayudan, Girimulyo, dan Talang.
Karena itu, upaya penanggulangan kebakaran terus dilakukan oleh petugas gabungan. Salah satunya dengan membuat ilaran sebagai upaya untuk mengendalikan dan mencegah meluasnya api.
Hingga hari kelima, masih ditemukan beberapa titik api di kawasan Gunung Lawu wilayah Ngawi. Meski demikian, berdasarkan informasi petugas gabungan, kondisi kobaran api mulai berkurang.
Petugas gabungan bersama masyarakat masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali meluas. (ito/im)

