Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Senin, 08 Januari 2024, 17:29 WIB
Last Updated 2024-01-08T10:29:46Z
Hukum | PeristiwaPolitik | PemerintahanTubanViewerViral

Pupuk Bersubsidi Diduga Diselewengkan, Petani Jagung di Tuban Geruduk Balai Desa


TUBAN - Balai Desa Grabagan, Kabupaten Tuban, digeruduk puluhan petani jagung tradisional setempat, Senin (08/01/2024) siang. Sambil membentangkan poster, massa menuntut transparansi penyaluran pupuk bersubsidi pemerintah.

Para petani mengaku tidak pernah mendapat pupuk subsidi, padahal nama mereka terdaftar sebagai penerima. Ironisnya, pupuk murah jenis urea dan phonska ini diselewengkan oknum tak bertanggung jawab dan dijual ke luar wilayah desa.

“Pupuk disini langka, padahal dari distributor lancar. Saya juga terdaftar tapi gak pernah dapat. Kami menduga diselewengkan dan dibawa ke luar kecamatan,” jelas Mujiono, salah satu perwakilan petani kepada JTV.

Sempat terjadi ketegangan. Para petani meminta terduga oknum penyeleweng pupuk bersubsidi bertanggung jawab dan mengembalikan hak para petani. Kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi ini juga telah dilaporkan ke Mapolres Tuban.

“Seperti saya ini seharus dapat 6 zak tiap tanam, tapi ini tidak dapat sama sekali. Petani hanya ingin menuntut haknya,” imbuh Mujiono.

Merasa terdesak massa, Ketua Kelompok Tani Desa Grabagan, Darsono, akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya. Darsono siap mempertanggung jawabkan seluruh tuduhan penyelewengan pupuk bersubsidi nanti di hadapan penyidik kepolisian.

“Saya sebagai penengah saja. Warga sebelumnya sudah lapor masalah ini dan yang bersangkutan mengakui ada penyelewengan. Selanjutnya menunggu proses aja. Pak darsono mengundurkan sebagai poktan,” tegas Marlin, Kepala Desa Grabagan.

Meski sempat diwarnai ketegangan, namun aksi petani berakhir damai. Meski ketua kepompok tani telah mengundurkan diri, namu  massa masih akan mengawal kasus penyelewengan pupuk ebrsubsidi hingga meja pengadilan. (dzi/rok)