Iklan Beranda

Redaksi JTV
Kamis, 05 Februari 2026, 18:33 WIB
Last Updated 2026-02-05T11:33:39Z
Hukum | PeristiwaNgawiPojok PituViewerViral

Kasus PMK Merebak di 11 Kecamatan, DPP Ngawi Intensifkan Vaksin Ternak

Petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi saat melakukan vaksinasi kepada ternak warga, Kamis (05/02/2026). Foto: Ito Wahyu/JTV.
NGAWI - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin merebak di Kabupaten Ngawi. Saat ini, sebaran kasus PMK telah terjadi di 11 kecamatan setempat. Sebagai antisipasi penyebaran Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi lakukan vaksin pada ternak warga.

Berdasarkan data dari DPP setempat, ternak warga terutama sapi yang terjangkit PMK tercatat sebanyak 30 kasus yang tersebar di 11 kecamatan. Upaya antisipasi penyebaran penyakit yang disebabkan virus tersebut dilakukan dengan pemberian vaksin pada ternak warga, seperti yang dilakukan petugas DPP di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Ngawi, Kamis (05/02/2026).

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo menjelaskan, dari temuan 30 kasus tersebut saat ini kondisinya mulai membaik. Pihak dinas setiap hari menerjunkan 2 tim yang terdiri dari dokter hewan, petugas veteriner, serta bagian melakukan penyemprotan desinfektan. 

“Mereka setiap hari mendatangi peternak untuk melakukan vaksinasi dan penyemprotan kandang dengan desinfektan,” ungkapnya kepada JTV.

Lanjut Eko Yudo, hal ini dilakukan untuk pencegahan agar wabah PMK tidak semakin meluas. Diakuinya meski terdapat puluhan ternak terjangkit namun belum ditemukan kasus kematian dari ternak tersebut. 

“Kami juga menghimbau peternak untuk lebih memperhatikan kebersihan kandang mengingat faktor cuaca mudah sekali menjadi sarang virus,” imbuhnya menegaskan.

Seperti diketahui dari temuan kasus PMK yang terjadi sejak awal tahun ini, mayoritas terjadi pada ternak jenis sapi baru yang didatangkan dari luar daerah. Ke depan antisipasi penyebaran DPP Ngawi juga bakal melakukan screening di lokasi pasar hewan. (ito/rok)