NGAWI - Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kerek, Kecamatan Kerek, Kabupaten Ngawi dibangun di area tepi Sungai Bengawan Solo. Pemilihan lokasi tersebut dilakukan karena keterbatasan tanah kas desa (TKD) yang dimiliki pemerintah desa setempat.
Kepala Desa Kerek, Bayu Onggo Baskoro, menjelaskan bahwa secara geografis wilayah Desa Kerek berada di kawasan perbukitan. Sementara di sisi barat desa berbatasan langsung dengan aliran Sungai Bengawan Solo.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah desa kesulitan mencari lahan alternatif yang layak untuk pembangunan KDMP.
“Karena kondisi geografis desa berada di perbukitan dan keterbatasan tanah kas desa, akhirnya lokasi ini yang kami optimalkan. Sebelumnya lahan ini juga bukan lahan produktif,” ungkap Bayu Onggo Baskoro kepada JTV.
Ia menambahkan, progres pembangunan KDMP saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Meski berada di tepi sungai, pemerintah desa bersama masyarakat berupaya memastikan keamanan bangunan dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) secara swadaya.
“Saat ini masyarakat secara swadaya membangun TPT sebagai pengaman agar tidak terjadi longsor, karena lokasi bangunan memang berada di dekat sungai,” tambahnya.
Selain faktor keterbatasan lahan, lokasi KDMP dinilai cukup strategis karena berada di dekat jalan daerah serta tidak jauh dari kantor desa sehingga mudah dijangkau warga.
Keberadaan KDMP juga disambut positif masyarakat Desa Kerek. Selama ini warga harus menempuh perjalanan sekitar 5 hingga 7 kilometer untuk menuju pasar terdekat.
“Masyarakat sangat bersyukur dengan adanya KDMP ini karena nantinya bisa membantu kebutuhan warga tanpa harus pergi jauh ke pasar,” pungkas Bayu. (ito/im)

